121

601 Kata

Lembayung Senja. Rindu bergolak menentang jingga yang menyala. Kebencian turut hadir menorehkan lukisan abstrak di atas kanvas cakrawala. Hadirnya sandykala sore itu tidak mampu di nadakan dengan suara. Hanya perasaan mati yang sesekali terdengar ingin bernyanyi. Elegi mengalun larut dalam kepedihan. Luka yang datang tanpa menggores kulit, namun nyatanya sangat menyakitkan. Dalam kepedihan juga air mata, cinta pernah hadir membawa sengsara. Ditinggalkan tanpa ada sepatah kata juga ungkapan rasa. Pelan-pelan sang matahari tenggelam kembali ke singgasana. Membiarkan kegelapan menyapa bersama ribuan cahaya. *M a t a h a r i* Desiran angin menerbangkan dedaunan kering. Malam mengelam bersama cahaya temaram. Yang mungkin tidak pernah disadari ada duka tergores karena sebilah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN