Akhir Masa Lajang

1249 Kata

Sisa ciuman membekas dalam, sepanjang fitting baju konsentrasi Agis dan Alvin buyar. Keduanya benar-benar dilanda perasaan aneh. Namun, gengsi mengungkapkannya. Semua berjalan kaku, tapi lancar hingga sore hari Mauris mengantar Agis kembali pulang ke rumahnya. “Bagaimana tuan, manis kan?” Pertanyaan meledek yang membuat Alvin memilih pura-pura tidak mendengarnya. Manis yang mendatangkan candu, tapi rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Kenapa hanya sebuah ciuman, tapi efeknya terlalu dalam. Beberapa hari lalu Alvin sempat memaksa mengambil ciuman pertama Salwa. Namun, rasanya beda, tidak semanis tadi. Apa karena ada efek dingin dan manisnya es krim yang tertinggal. Kenapa juga ciuman dengan Salwa tidak memberi rasa ketagihan seperti saat dia mencumbu Agis tadi. Ya Tuhan,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN