Salwa dan Alvin Pacaran

1594 Kata

Alvin tiba di persimpangan jalan. Sejauh mata memandang yang dia lihat hijaunya pesawahan. Ah, hembusan napas kasar menjadi tanda dia sudah menyerah. Ibaratnya, mau ke kanan dia tidak tahu laju ke mana yang dituju. Ke kiri pun dia tidak bisa menerka apa yang akan dia temui nantinya. Kalau kembali lagi ke arah yang sama, Alvin sedang tidak ingin bertemu dengan keluarganya. Akhirnya, dia putuskan duduk di pos jondol. Tempat jaga siskamling malam di mana tidak sembarang orang masuk ke Karang Anyes di malam hari. Tamu yang keluar masuk wajib lapor. Warga bergantian piket di pos jaga didampingi petugas desa yang juga bergilir memantau jalannya siskamling. Semilir angin sore menerpa wajahnya, penat yang dirasa membawa Alvin membaringkan badan di bagian atas jondol. Ada bantal di sana, terser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN