Bangunan kosan dua puluh pintu letter L dengan gerbang setinggi satu setengah meter sudah tertutup rapat. Hampir jam sepuluh malam ketika mobil yang membawa Dara dan Alvin sampai ke sana. “Aku tidak tahu bagaimana cara masuknya,” ujar Dara. Teringat wajah sangar sang mommy kos dengan omelan mulut pedasnya jika ada penghuni kos yang pulang terlambat dan minta dibuka pintu. Dara bergidik, tidak berani dia mencoba masuk ke dalam apa pun alasannya. Kecuali Alvin atau Mauris bersedia menghadapi mommy kosnya, “Dasar aneh,” decih Alvin sembari memutar kepalanya ke belakang, melongok ke arah Dara duduk. “Kamu yang tinggal di sini. Masa iya kamu tidak tahu bagaimana cara masuk ke kos sendiri.” “Bukan begitu tuan muda yang terhormat.” Dara menebalkan aksen bicaranya saat berkata tuan muda. “Ak

