Nasya menarik napasnya dalam-dalam sebelum ia melangkahkan kedua kakinya memasuki rumah sakit. Ia harus menguatkan hatinya, ia tidak boleh goyah oleh kehadiran Aji. Nasya harus bersikap biasa saja dan harus sedikit menjaga jarak dengan Aji. Setelah berhasil menenangkan dirinya, ia mulai melangkah memasuki rumah sakit dan berjalan menuju ruang kerjanya. Saat dirinya sedang tenang berjalan menyusuri lorong rumah sakit, tiba-tiba saja seseorang sudah berjalan beriringan dengannya. Nasya menoleh dan mendapati Aji di sampingnya. "Selamat pagi." Senyum manis Aji terlukis begitu indah di wajah tampannya. Nasya juga tersenyum membalas sapaan yang diberikan oleh Aji. "Pagi, Dok." "Sudah sarapan?" Nasya langsung menangguk, "Sudah." Setelahnya tak ada lagi percakapan di antara mereka berdua sam

