Melly membuka pintu kamarnya, sontak mata wanita itu membulat melihat sosok di depannya itu yang sudah sempoyongan. Wajahnya memerah sambil matanya sedikit terpejam, pria itu ngomongin sesuatu yang gak jelas “kak Rifki!, loh, kakak kok bisa di sini? Kakak mabok?” cecar Melly melihat pria itu memang sudah berada di bawah pengaruh alkohol “Melly!. hahaha! kok kamu ada dimana-mana sih Mell” Rifki mengibas-ngibas tangannya di udara guna mengusir Melly yang di anggapnya sebagai halusinasinya saat mabuk. “Kak Rifki!, astaga, ini kenapa bisa jadi kek gini sih” Melly khawatir melihat pria itu, namun Melly sadar tidak boleh membawa pria lain masuk ke kamarnya, apalagi sekarang suaminya sedang pergi. Nanti malah timbul fitnah. Namun Melly tidak menyadari justru dirinya kini sedang berada di dala

