Melihat tangan dan kaki itu bergerak sangat lincah Richard merasa gemas, bayinya terlihat sangat kehausan saat mulai mencari sumber ASI pertamanya. "Ugh, Eliseo… Kenapa kau sangat lucu sayang?" Intan menatap ke atas sambil membetulkan posisi Eliseo ketika menemukan nipelnya, kemudian mulai menyesap ASI sangat kuat. Tangan yang masih memerah itu bergerak mencapai wajah Intan, hal itu terus membuat Richard merasa kagum dan bangga telah memiliki buah hati yang gemuk dan sehat. Matanya indah, cokelat terang seperti manik mata keluarga Divano. "Tampan nya Daddy, semangat minum susunya sayang! Nanti pulang kita main sama-sama ya." Menyentuh bagian kaki terlihat sangat kecil entah Richard terus menangis, ini tidak dapat disangka bahwa dia telah menjadi seorang ayah. Kini di

