Semua memudar, mengenai ucapan ayahnya dan Mars membuat Intan seakan berada di suatu tempat yang sudah menelanjangi batinnya. Memalukan. Ya, sikap Arkan sudah mulai menuntut kesempurnaan walau awalnya dia mengira perubahan sangat terlihat pada diri Arkan. Kenapa? Semua datang dalam situasi yang sangat membahagiakan ini. Sudah selama 15 menit berada di dalam mobil bersama Mars, rasa canggung dan tidak suka kembali muncul. Intan menatap keluar jendela tetapi pikirannya ke mana-mana, mengenai kecurigaan tak mendasar pada diri Mars. Tetapi Intan tidak akan menanyakan hal itu lagi. Menit telah membawanya berada di depan toserba. Intan segera memungut tas juga ponselnya, namun saat akan keluar tiba-tiba tangan Mars menghalangi. "Ada apa?" "Kenapa kau tidak melaporkan perbu

