Pagi itu, suasana rumah keluarga besar Reza tegang. Semua orang sudah mengetahui kabar tentang percepatan pernikahan Rangga dan Dina. Kakek mereka, yang memegang kendali penuh atas perusahaan keluarga, tampak sibuk berbicara dengan tamu-tamu penting, menyusun persiapan pernikahan yang akan diadakan dalam waktu dekat. Dina duduk di ruang tamu dengan tangan yang saling menggenggam erat, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau. Perasaannya bercampur aduk—antara takut, bingung, dan terjebak. Ia tahu bahwa hubungan rahasianya dengan Reza berada di ujung tanduk. Di sisi lain, Rangga tampak tenang seperti biasanya. Ia sengaja memperlihatkan sikap manis di depan Dina, menanyakan pendapatnya tentang undangan, dekorasi, hingga makanan yang akan disajikan di hari pernikahan. Namun di balik senyum

