Reza menatap Dina dengan tatapan dingin, menimbang ucapannya. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia mendekat, membuat Dina harus sedikit bersandar ke belakang untuk menjaga jarak. “Aku tidak butuh persetujuanmu untuk melindungimu,” ujarnya dengan suara rendah namun penuh otoritas. Dina menggelengkan kepala, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. “Kau tidak melindungiku, Reza. Kau hanya memaksakan kehendakmu tanpa memberi ruang untukku bernapas. Ini hidupku, bukan permainanmu.” Reza mendengus, sudut bibirnya tertarik membentuk senyum sinis. “Hidupmu? Dina, kau bahkan tidak tahu bagaimana bertahan dalam dunia ini. Ibu tirimu adalah wanita licik, dia tidak akan berhenti sampai kau hancur.” Dina mencoba melawan tatapan itu, meskipun hatinya berdebar hebat. “Tapi aku tidak bisa terus sep

