"Harus berapa kali ku katakan padamu untuk tidak pergi tanpa sepengetahuanku, Sherin!" bentak Adrian di dalam mobil. "Kenapa sulit sekali mengaturm? Apa yang kau ingin melihatku gila karena mengkhawatirkanmu?" Adrian memukul keras setir kemudi. Emosi Adrian sangat sulit di kendalikan, entah apa yang membuatnya sampai semarah itu pada Sherin. Mungkin karena rasa kekhawatirannya pada Sherin yang terlalu besar, bahkan Adrian sampai meninggalkan pekerjaannya yang sedang di tunggu oleh banyak pasien di rumah sakit hanya untuk mencari keberadaan Sherin. Sherin hanya bisa menundukkan kepalanya, jari jari telunjuknya saling mengait karena rasa takutnya pada Adrian yang tengah di rundung amarah. "Aku hanya ingin menghirup udara segar di luar rumah saja," sahutnya pelan. "Tapi kau bisa menungguk

