Sesuai keinginan Sherin sebelumnya, kini dirinya tengah tertidur dalam pelukan Adrian. Laki laki yang telah membuat kesadarannya hilang dan menggoyahkan hatinya. Rasanya Sherin telah lama sekali tidak merasakan kehangatan Adrian, kerinduannya yang teramat membuatnya nyaris depresi karena tak kunjung bertegur sapa dengan suaminya selama lima hari. Sherin membuka matanya perlahan, sejak tadi dirinya tidak benar benar tidur dengan baik, seakan tidak ingin kehilangan momen seperti ini. Matanya langsung tertuju pada wajah tampan Adrian yang berada di hadapannya, tangan Adrian yang sejak beberapa jam lalu memeluk Sherin membuat perempuan itu kesulitan bergerak dengan bebas namun cukup membuatnya nyaman. Bibir Sherin menipis, bersamaan dengan jemarinya yang bermain di dahi Adrian untuk menyin

