"Kau akan menyesal setelah mengetahuinya, bahkan kau tidak akan bisa menyakitinya lagi setelah semuanya terang benderang." Laki laki itu mendekatkan wajahnya pada Sherin, "Jaga dirimu baik baik, aku akan segera menyusulmu untuk mencari tahu kebenaran ini." Lalu menganggukkan kepalanya seperti memberi isyarat pada Sherin dan pergi begitu saja ketika mendapat balasan kedipan mata dari Sherin. Wajah Adrian memerah, mata tajamnya seakan ingin membunuh Sherin. Dengan segala kekesalannya, Adrian segera menarik tangan Sherin dengan kasar untuk pergi dari sana. Dalam genggaman erat Adrian, Sherin hanya bisa berjalan mengikuti suaminya yang tidak mengeluarkan sepatah kata pun. "Kau benar benar menguji kesabaranku, Sherin," geram Adrian setibanya mereka di kamar hotel berukuran luas itu. Sherin

