"Kenapa kau selalu saja ceroboh, Sherin?" Adrian berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi meremas kasar rambutnya. Setelah berhasil menendang dua turis asing itu dan menyerahkannya ke pihak yang berwenang di sana, Adrian meluapkan kekesalannya terhadap sang istri yang telah berhasil menghilang tanpa sepengetahuan dirinya. "Aku sudah ingatkan padamu berapa kali untuk tidak menjauh dan melepaskan genggaman tanganku." Adrian sedikit berteriak di hadapan Sherin yang masih meringkuk dalam tangisnya. "Apa kau selalu ingin membahayakan dirimu sendiri? Hah? Apa kau benar benar ingin pergi dariku? Katakan, Sherin! Jawab!" Adrian yang lembut telah kembali menjadi Adrian yang menakutkan seperti pertama kali Sherin mengenalnya. Sherin tidak menjawab, semua memang salahnya. Semara

