SEBUAH KEJUTAN

1030 Kata
"Kenapa kau mengajakku kesini?" Darko menatap Mike dengan bingung. "Kau sudah memberiku sebuah kejutan. Dan sekarang giliranku." "Apa maksudmu, Mike? Aku tidak butuh kejutan." "Aku rasa kau butuh." Mike tersenyum penuh arti. Dalam waktu sepersekian detik. Tiba-tiba saja seorang wanita mendekati mereka. Dengan penampilan yang jauh lebih anggun dan mempesona. Siapa lagi kalau bukan Malia. Gadis itu selalu mencari Darko. Namun sulit baginya untuk bertemu. Hanya dengan meminta bantuan Mike. Malia bisa bertemu dengan lelaki yang telah membuatnya jatuh hati itu. Melihat kehadiran Malia disana. Darko pun berkerut heran. "Untuk apa gadis ini disini? Mike, apa yang kau rencanakan?" "Sudahlah. Sekarang saatnya bagimu bersenang-senang. Lupakan sejenak dunia hitammu. Nikmati harimu bersama gadis ini. Dia cantik, tidak mungkin kau tidak menyukainya." Mike mengedipkan sebelah matanya. Dan belum sempat Darko menyela, lelaki itu telah pergi meninggalkannya. Darko menghela nafasnya. Sesekali memijit pangkal hidungnya. "Aku mencarimu." Malia mulai bersuara. Tadinya Darko ingin memakinya. Memberikan ucapan pedas hingga membuat wanita ini menangis dan pergi jauh darinya. Namun saat menatap mata Malia. Entah mengapa semua yang ada di pikirannya tiba-tiba lenyap. Lidahnya terasa keluh. Darko terpana. Bukan sebab ia cantik. Namun terlihat jelas sikap polos gadis ini yang membuat naluri aneh didalam dirinya seolah menyeruak. "Darko? Kau mendengarku?" "Em, untuk apa?" Darko terbata. Demi apapun, baru kali ini pria itu terlihat gugup hanya dihadapan seorang wanita. Darko benci mengakuinya, namun dia tidak bisa memungkiri bahwa dia juga menyukai gadis ini. "Apanya?" "Untuk apa kau mencariku?" Malia tersenyum. "Aku ingin berterimakasih. Terimakasih telah menculikku. Hingga hal itu membuat pernikahanku batal. Aku sangat bahagia... " Malia tiba-tiba saja memeluknya. Gadis itu sendiri bahkan tidak mengerti apa yang baru saja dia lakukan. Sementara Darko hanya membeku di tempatnya. Ketika kesadaran Malia kembali terkumpul. Cepat-cepat dia melepaskan pelukannya. Malia bahkan tak berani menatap Darko. Mereka berdua bagaikan sepasang remaja yang sedang jatuh cinta. Berdiri kikuk dalam suasana yang cukup canggung. Untungnya kecanggungan mereka tidak berjalan lama. Mereka memutuskan untuk pergi ketempat hiburan. Disana ada banyak orang yang mengenali Darko. Dan tatapan heran saat melihat Darko membawa seorang wanita cukup menyita perhatian. Dalam sekejap, sikap dingin dan kejam dari seorang Darko bisa dikalahkan oleh kelembutan hati Malia. Darko terus menatap Malia yang mudah berbaur dengan teman-temannya disana. Hingga tanpa sadar, dia mengakui bahwa dia juga mencintai wanita ini. Kesenangan mereka masih berlanjut. Saat Malia dengan berani meminum segelas Wine yang ada di meja bar. Karena tidak memiliki pengalaman membuat Malia langsung saja merasakan efek dari minuman itu. "Sudah cukup Malia. Kau tidak terbiasa dengan ini." Malia terkekeh. "Setelah ini aku akan terbiasa," bisiknya ditelinga Darko. Tanpa sadar sikap Malia telah menggoda pria itu. Cepat-cepat Darko membawanya pergi dari sana, sebelum Malia benar-benar menghabiskan banyak minuman dengan kadar alkoholnya yang tinggi. Malam itu. Malia mengutarakan isi hatinya. Meski dalam keadaan tidak sadar, namun semua yang dia katakan benar adanya. Malia mencintai Darko sejak pertama kali melihatnya. Sementara Darko tidak bisa memungkiri bahwa dia juga mencintai gadis itu. Sampai akhirnya pengungkapan itu berakhir dengan ciuman panjang antara keduanya. Mereka meluapkan semua perasaan yang menyeruak. Hingga tak memikirkan batasan saat hasrat keduanya mulai bergejolak. Malia tak menolak setiap sentuhan yang diberikan oleh Darko. Sedangkan Darko tak pernah menyentuh seorang wanita dengan kelembutan dan diiringi oleh perasaan yang teramat dalam seperti ini. Dalam sekejap. Mereka berdua hanyut dalam dunia mereka yang penuh kebahagiaan. Dunia penuh cinta yang tak pernah Darko bayangkan dan inginkan sebelumnya. **** Ketika Malia membuka matanya. Pandangan yang pertama kali dia lihat adalah Darko. Darko menatapnya datar. "Maaf... " "Untuk apa?" Malia menatapnya heran. "Aku telah merenggut kehormatanmu. Kau pasti menyesal," ucap Darko lirih. Tanpa diduga Malia justru tersenyum. "Aku senang memberikannya padamu. Aku mungkin sedang mabuk semalam. Tapi apapun yang aku lakukan, itu semua dalam keadaan sadar. Aku sadar atas apa yang aku lakukan." Mendengar hal itu semakin membuat perasaan Darko mengembang. Dia pikir Malia akan meraung dan menyesal. Namun ternyata dia salah. "Sebaiknya aku mengantarmu pulang sekarang. Aku takut ayahmu mengamuk." Belum sempat Darko berdiri. Malia menyentuh tangannya. "Aku akan mengatakan pada Ayah mengenai hubungan kita." Darko terdiam. Dia tahu ayahnya tak mungkin setuju. Namun Darko hanya mengangguk sebab tak ingin Malia kecewa. *** Dalam perjalanan menuju pulang. Mereka masih sempat bercanda tawa. Semuanya berjalan begitu manis. Hingga akhirnya sebuah tembakan beruntun mengarah pada mobil mereka. Malia memekik kaget. Sementara Darko dengan ahlinya menghindari tembakan itu. "Sial!! Siapa mereka?!" "Darko, awas...!!" BRAKKK Mobil mereka menabrak sebuah pagar jembatan. Nyaris terjatuh dan terjun ke sungai. Sejurus kemudian, segerombolan orang menghadang mereka. Memaksa Darko dan menyeret Malia keluar. Malia bergetar ketakutan. "Lepaskan Malia!!" Gertakan Darko membuat mereka semua tertawa keras. "Hahaha. Aku memang akan melepaskannya. Bahkan dengan nyawanya sekaligus." Darko terkejut. Saat melihat Salvatore lah dibalik kejadian ini semua. "b*****h!! Bagaimana kau bisa lolos." "Cih, kau akan tahu nanti. Saat ini, kau harus melihat wanitamu ini meregang nyawa didepan matamu." Salvatore mengeluarkan suntikan n*****a. Memberikan peringatan yang membuat Darko langsung merasakan khawatir. "Tidak. Jangan...!" Salvatore hanya tertawa keras. Sampai akhirnya suntikan itu dia tancapkan ditubuh Malia. Secara perlahan wanita itu kehilangan kesadarannya. Hahahahhaha "TIDAK....!!" Salvatore dengan kejam melempar tubun Malia hingga tenggelam kedalam lautan yang dalam. Darko hanya bisa berteriak keras. Sebab tak bisa bergerak dengan tubuhnya yang diikat oleh anak buah Salvatore. "Kau pengecut!! Hadapi aku jika memang kau seorang pria...!" "Menyedihkan! Aku sudah pernah memperingatimu, Darko. Tapi dengan angkuhnya kalian malah menculikku. Sekarang lihatlah apa yang aku lakukan dengan sahabatmu... " Darko terbelalak kaget. Saat melihat Mike yang sudah tak bernyawa. Dengan luka sayatan lebar di mana-mana. Terlihat begitu sadis dan mengerikan. Emosi dan amarah menyeruak. Darko benar-benar murka. Dia melihat antek-anteknya yang juga berada disana. "Kalian, apa yang kalian lakukan. Cepat habisi mereka semua." Darko nyaris mengerang saat memerintahkan anak buahnya yang tak juga bertindak. Mereka hanya menonton seolah itu adalah pertunjukan yang menyenangkan. Salvatore kembali tertawa dan kali ini lebih keras. Hal yang membuat Darko semakin terkejut adalah ketika para anak buahnya tiba-tiba menyerangnya secara brutal. Disaat kondisinya lemah akibat suntikan yang diberikan anak buah Salvatore. Darko kesulitan untuk melawan hingga akhirnya dia kehilangan kesadaran. Kondisi Darko tidak kalah memprihatinkan. Luka lebar menganga di mana-mana. Sampai akhirnya Salvatore memerintahkan anak buahnya untuk melempar tubuh Darko. Membuangnya bagai sampah tak berguna. Hingga tubuhnya tenggelam dan tak terlihat lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN