Tatapan Puri semakin lekat dan tajam ke arah Arka. Tatapan yang bukan malah senang tapi penuh kebencian. Maksudnya apa coba? "Maksudnya apa? Manggil audit? Kamu sengaja ingin mempermainkan perusahaan saya? Biar saya di pecat juga? Gitu? Biar di kira saya gak becus bekerja? Karena laporan keuangan yang aneh? Saya gak ngerti sama jalan pikiran kamu!!" ucapb Puri tegas. Langkahnya masih sama tidak lambat dan tidak cepat. Puri tetap merasakan prosesnya berjalan di atas pasir pantai kuta bali. "Heii ... Kamu kenapa? Gak usah marah -marah, Ri. Niatku itu baik, ingin memperbaiki semuanya," ucap Arka dengan santainya. "Hah? Apa kamu bilang tadi? Memperbaiki semuanya? Kamu waras, Ka? Masih sehat kan?" tanya Puri dengan suara menohok hati Arka. Arka tak gentar. Semua yang ia lakukan adalah suat

