Kedatangan Roni yang tak terduga benar-benar membuat Shahnaz gelisah. Ia masih ingat bagaimana kondisi Roni barusan. Suaminya itu tampak kurus dan kucel, rambutnya sudah gondrong dan sepertinya ia juga tak ingat cukuran. Kumis dan brewok tampak memenuhi wajahnya. Ia benar-benar tak terawat, padahal sewaktu Shahnaz bersamanya, wanita cantik bersmbut oanjang itu selalu cerewet minta supaya suaminya berpenampilan rapi dan bersih. Tentu saja dengan senang hati Roni rela melaksanakannya. Shahnaz dilanda kebimbangan. Ia tahu Roni tak mungkin bohong tentang perasaannya. Sejujurnya ia pun merasakan hal yang sama, rindu kepada suaminya, namun apa boleh buat egonya terlalu tinggi. Ia ingin melihat sampai dimana perjuangan Roni. "Jadi yang barusan itu bukan orang jahat?" Mang Karna terkejut begitu

