Selama duduk tiga jam di depan laptop, Shahnaz banyak melamun. Pandangan matanya tak fokus dan ia enggan berinteraksi dengan karyawan lainnya. Para pembuat pola yang ingin berkonsultasi pun ia abaikan. Wanita cantik itu tak bisa berpikir jernih.Pikirannya sibuk berkelana. "Naz, kamu kenapa?" Tante Mulya mendekat ke arahnya dan menatap keponakannya. Shahnaz terlihat sangat aneh hari ini. Sejak tadi ia menghindar dan selalu menyendiri. Sang Tante yakin jika keponakannya itu tengah memiliki masalah serius. "Ga kenapa-napa Tante." Shahnaz berusaha terlihat baik-baik saja. Ia tak mau mengundang perhatian orang lain. Ia belum siap untuk berbagi kisah sedihnya. Meskipun tadi pagi sempat mual dan lemas namun hanya berlangsung sebentar saja. Ia merasa baikan dan bisa kembali beraktifitas normal,

