Mendengar kata cerai yang terucap dari bibir putri tercintanya, Bu Mieke menjadi sedih. Tak terbayang olehnya hari-hari yang dilalui Shahnaz penuh dengan kesedihan. Kemarin-kemarin saja kondisi putrinya tampak hancur mengenaskan tanpa adanya Roni. Apalagi jika ia sampai bercerai. "Istighfar Naz, kamu jangan mengambil keputusan disaat emosi seperti ini. Mami yakin akan ada jalan keluar yang lebih baik." Sebagai ibu yang baik ia berusaha bijak. Sebelum mengetahui putrinya Hamil, ia memang mendukung keputusan anak berpisah dengan menantunya dan cenderung mendesaknya, namun kali ini kondisinya lain. "Pikirkan masa depan anakmu. Berat jika tumbuh tanpa ada sosok seorang ayah. Kamu juga bisa merasakan gimana kehilangan Papi. Jangan jadikan anakmu korban keegoisan orang tuanya." Bu Mieke sebet

