Begitulah, allah tibakan perihnya sebuah harapan yang tak terbalas. Kala hati mulai membuka celah namun hanya kecewa dan gelisah yang merekah. ************* Sudah satu bulan dari kejadian dimana aku menyerahkan surat yang berisi tentang perasaanku, dan satu bulan pula dia nampaknya selalu menghidar kala berpapasan denganku. Apa yang terjadi? Kenapa? Begitu banyak pertanyaan yang terlontar didalam pikiranku. Bagaimana tentang perasaanku saat ini? Tentunya kecewa itu sudah pasti, bukan karena aku memaksakan kehendak, namun setidaknya dia memberikan jawaban atas apa yang aku ungkapkan atau setidaknya dia bersikap biasa saja seolah tidak tau tentang perasaanku terhadapnya. Jika memang dia tidak menyukaiku bukan seperti ini caranya. Sungguh aku malu dibuatnya, aku terang-terangan mengungka

