Aku tidak tau. Jangankan untuk tersenyum, hanya sekedar berucap pun aku merasa berat. ********* Sudah satu minggu kejadian hafizh yang meminta untuk poligami telah berlalu. Hafizh mulai berlaku manis kembali kepada syila. Namun, ketika syila meminta penjelasan hafizh masih bungkam seribu bahasa. "Istri mas lagi ngapain hmm?" Ucap hafizh memeluk Syila dari belakang. Di balkon kamar mereka. "Nggak papak mas. Hanya menghirup udara segar." "Jangan bohong nanti hidungnya panjang." Namun syila hanya membalasnya dengan senyuman. "Kamu masih ingin tau penjelasannya?" Sambung hafizh yang di balas anggukan oleh syila. "Mas bingung. Benar-benar merasa sangat bingung. Bingung dengan jihan, dia menghalalkan segala cara untuk menghancurkan rumah tangga kita. Mas akui mas salah telah mendiamkan ka

