Saat kita sudah memakai hati dan mengabaikan logika, disitu kita yang mulanya pandai berubah menjadi bodoh dalam sekejap. Tak tahu apa yang harus diperbuat, agar bisa mengembalikan senyum sang malaikat kecilnya. Andine akui, lebih baik dia dihadapkan dengan sibuknya pekerjaan di butik, daripada dihadapkan oleh pertanyaan sang anak yang terus saja menanyakan tentang ayahnya. Pusing, yang dirasakan Andine. Bagaimana pun Andine dan sekuat apapun Andine, dia akan lemah jika menyangkut tentang anak-anaknya. "Kakak, aku akan pergi jalan-jalan, kau ikut apa tidak? Sekalian mengajak anak-anak supaya tidak sedih lagi, terutama Leo. Bagaimana?" usul Braycle yang tiba-tiba saja sudah berdiri disamping Andine. Sekilas Andine menatap Braycle dan kembali menghadap depan, "Baiklah." "Cepatlah bersia

