Chapter 79 Malam ditemani dengan rintikan gerimis. Mobil berwarna hitam melaju melewati jalanan ibu kota. Berhenti tepat di halaman sebuah rumah besar memiliki bangunan bergaya modern. Pagar berwarna hitam tinggi menjulang itu seketika terbuka. Saat Dewa menekan klakson satu kali. Dua penjaga menunduk langsung menghampiri Dewa untuk membukakan pintu. "Selamat malam, Tuan," ucapnya. Dengan senyum ramah. "Malam," balas Dewa sambil menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum. Sambil membawa tas laptop di tangan Dewa masuk dengan wajah lelah. Seperti sama sekali tidak berselera masuk ke dalam rumahnya sendiri. Setelah memberikan tas kepada asisten rumah tangga. Telapak tangan lebar Dewa berangsur melonggarkan dasi yang terasa mencekik sehari ini. "Non Keyla dari tadi sore menun

