Tubuh Keyla terhempas ke atas ranjang empuk beralaskan seprai berwarna putih di kamar Dewa. Tubuh kurus berkulit putih itu tampak meringkuk saat suaminya dengan paksa membawanya ke sana. "Elo apa-apaan sih, Wa?" tanya Keyla tidak suka. Menyeret tubuhnya untuk bangun duduk bersandar ke headboard. Sambil menatap suaminya dengan memicing. Lelaki tinggi memakai kaos dan celana panjang berwarna abu-abu itu menegakkan wajahnya. Rahangnya mengeras, urat-urat lehernya tampak jelas membuat Keyla meneguk saliva karena takut. "Jadi gitu ya, sifat aslimu? Tapi kalau di depanku pura-pura berlagak lugu ck," ucap Dewa sambil berdecak. Memalingkan wajah dengan kedua tangan bertengger di pinggir pinggang. "Kamu emang selalu berasumsi sendiri, tau-tau main terobos gitu aja. Deket bukan berarti kami p

