Chapter 121

1710 Kata

Tubuh Keyla terhempas ke atas ranjang empuk beralaskan seprai berwarna putih di kamar Dewa. Tubuh kurus berkulit putih itu tampak meringkuk saat suaminya dengan paksa membawanya ke sana. "Elo apa-apaan sih, Wa?" tanya Keyla tidak suka. Menyeret tubuhnya untuk bangun duduk bersandar ke headboard. Sambil menatap suaminya dengan memicing. Lelaki tinggi memakai kaos dan celana panjang berwarna abu-abu itu menegakkan wajahnya. Rahangnya mengeras, urat-urat lehernya tampak jelas membuat Keyla meneguk saliva karena takut. "Jadi gitu ya, sifat aslimu? Tapi kalau di depanku pura-pura berlagak lugu ck," ucap Dewa sambil berdecak. Memalingkan wajah dengan kedua tangan bertengger di pinggir pinggang. "Kamu emang selalu berasumsi sendiri, tau-tau main terobos gitu aja. Deket bukan berarti kami p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN