Seminggu sudah tidak ada kabar dari mr. Lee,Lala makin pesimis. Seminggu itu waktu yang lama bagi Lala. Hampir mau setahun belum juga mendapatkan pekerjaan dan rencananya belum juga menemukan titik terang. Rancangan yang di bawa Nathan, sebenarnya sudah jadi. Namun melihat sikap Lala terhadapnya dia mundur selangkah agar Lala lebih berpikir kembali. Tama hanya seorang perantara dengan mr. Lee dan tak mampu berbuat banyak. Berhari-hari Lala binggung akan semua ini. Lala tak mau mendiskusikan hal ini dengan Bapaknya. Yang di inginkan Lala hanya do'anya saja. "La, ikut Bapak ke Kebun dari pada bengong di rumah" ajak Bapaknya "Lagi gak mood Pak, di kebun cuma lihat daun-daun saja" kata Lala "Kamu kan bisa memetik buah atau sekedar memberi pupuk" ujar Bapaknya "Gak ah Pak, Bapak saja yang

