Tak ada hubungan darah, namun apa yang di rasakan oleh Jasmine juga dapat dirasakan oleh Roy. Dia juga memiliki seorang ibu yang sangat dia sayangi dan tak kan membiarkan wanita yang telah memepertaruhkan nyawanya demi melahirkan dirinya ke dunia kembali berjuang demi dirinya. Dengan lembut, Roy meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. Kemudian beralih menatap mata indah Jasmine yang mukai berkaca-kaca. "Bagaimana kalau kita ke rumah kamu?" tanya Roy. Kening Jasmine berkerut mendengar ucapan Roy. Tidak faham dengan maksud pria di depannya itu. "Ke rumah?" "Hmm ... kalau memang kamu khawatir dan tenang dengan ibu kamu, nggak papa. Aku antar pulang." Diam ... hatinya bimbang, jujur kalau sebenarnga dia masih kangen dan ingin berlama-lama dengan Roy. Tapi hatinya dan pikirann

