Hari mulai larut, namun Jasmine belum juga pulang. Tak ada pesan atau pun telepon dari gadis itu. Sebagai seorang ibu, Wati sangat cemas dan takut jika terjadi apa-apa dengan putrinya. Mengingat jika saat ini Jasmine sudah masuk dalam kehidupan Roy, yang kemungkinan besar banyak pengaruhnya terhadap Jasmine. Baik itu pengaruh baik atau pun pengaruh buruk. Berjalan mondar-mandir di dekat pintu rumah. Berharap segera ada ketukan dan ucapan salam dari Jasmine. Namun, hingga hampir setengah jam dia menunggu. Belum ada tanda-tanda kedatangan Jasmine. Menatap jam yang kini sudah pukul sembilan lebih lima belas menit. "Kemana kamu, Nak?" gumam Wati cemas. Beberapa saat kemudian, Wati teringat jika Jasmine pernah pulang larut karena tengah bersama Roy ke acara makan malam di rumah saudaranya

