Ah nikmat sekali ciuman yang terjadi antara aku dan San, dia lebih dulu menciumku dan memagutku lalu aku membalasnya, pagutan kami berubah menjadi liar dan meminta sesuatu yang lebih dari sekedar berciuman mesra. Aku membuka beberapa kancing bajunya dan sempat melihat belahan dadanya yang menggoda. Aku benar-benar tidak tahan dan ingin sekali menerkamya tanpa memikirkan dimana tempat kami saat ini. Aku membasuh wajahku di toilet pria, beberapa pria yang masuk ke kamar kecil, langsung membungkukkan badan mereka, mereka sepertinya tidak bisa buang air karena aku di sini, sementara aku di sini sudah lumayan lama, aku tidak perduli dengan mereka, namun mereka sepertinya tidak nyaman aku di sini. Aku hanya sedang mendinginkan wajahku yang memerah saat ini, aku tidak mau semua orang mengetahui

