Dalam hatinya, Sue berdoa semoga jawaban yang Zac untuk berikan untuk pertanyaan-pertanyaan Zoe nanti akan sama dengannya. Semua aktingnya yang payah itu akan sia-sia jika Zac salah menjawab satu pertanyaan saja. Sue sangat ingin membisikkan pada Zac jawaban yang harus pria itu berikan jika Zoe bertanya. Namun itu jelas tidak mungkin. Tidak dengan mata Zoe yang tidak pernah meninggalkan mereka berdua. Kini, mereka berdua duduk di hadapan Zoe yang masih bertindak seperti seorang hakim. “Nah, sekarang kau tidak boleh membuka mulutmu, Sue. Hanya aku dan Zac yang boleh bicara sekarang.” “Tapi…” Zoe menaikkan jari telunjuknya dan itu menghentikan protes yang akan Sue ucapkan. “Aku dan Zac. Bukan kau. Waktumu sudah lewat.” “Ada apa ini sebenarnya?” Tanya Zac dengan tidak mengerti. Matany

