Boneka Kertas

1191 Kata

Dari kejauhan ada sosok yang mendekat dan menepuk pundak Bu Aan. Ternyata Ceu Romlah. “Maaf lahir batin ya, Ceu!” ucap Ceu Romlah. Ia mengenakan busana muslimah yang menurut pengakuannya itu dijahit sendiri. “Eh, Ceu, sama-sama!” jawab Bu Aan seraya bersalaman dan saling beradu pipi kanan dan kiri. “Mak, maafin Romlah ya!” sekarang giliran Ceu Romlah menyalami Emak. Dibalas dengan anggukan dan senyuman. Ceu Romlah pun menyapa dan menyalami Anggi dan anaknya. Awalnya ia tidak sadar kalau itu kerabat Bu Aan, sebelum Bu Aan yang memperkenalkan mereka. Ini memang pertama kalinya, Ceu Romlah melihat secara langsung istri dan anak Imam. “Sedang pada kumpul ya?” tanya Ceu Romlah. “Iya, Alhamdulillah. Hayu atuh (ayo dong) mampir ke rumah!” ajak Bu Tatang bukan basa-basi. “Eh, iya, Mak. Nant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN