Kebahagian Mba Ipah

1215 Kata

Setelah mendengarkan wejangan dari Bu Asih, Bu Aan segera pamit membawa anak-anaknya. Tak lama mereka pun sampai di pasar. Bu Aan segera membuka toko dan beres-beres, sementara anak-anak merapikan ransel. Sambil merapikan toko, giliran Bu Aan sekarang yang menceramahi anak-anaknya. “Tata tadi Bu Guru bilang apa di sekolah?” tanya Bu Aan sambil membereskan serpihan beras, yang terjatuh di pinggir timbangan. “Hmm... bilang apa ya?” Prita mencoba mengingat-ingat. “Kata Bu Asih jangan bawa mainan ke sekolah!” jawab Prihatini. “Nah iya, jadi mulai besok Si Bela dan semua mainan tidak boleh masuk ransel sekolah! Mengerti?” ucap Bu Aan. “Iya, Mak. Kalau aku mau main gimana dong?” “Mainnya hanya di rumah dan di toko saja! Boleh di bawa dari rumah, tapi langsung titipkan pada Emak, ya! Dimain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN