Perut kenyang, barang belanjaan banyak, lalu apa lagi? Yang tersisa tinggal lelah dan kantuk. Selepas mengantar anak-anak ke tempat permainan sebagai destinasi terakhir pelesiran di pusat perbelanjaan, mereka memutuskan untuk pulang. Sepanjang jalan menuju rumah, anak-anak yang kelelahan mulai mengantuk dan tertidur pulas. Anggi yang duduk dibangku supir, menengok kaca spion untuk melihat anak-anak, Bu Aan yang duduk di sebelahnya pun tampak mulai mengantuk, meskipun matanya belum benar-benar terpejam. “Gimana, Neng? Suka jalan-jalannya?” tanya Anggi. “Eh, iya Teh, bukan suka lagi Teh, ini akan jadi kenangan yang gak akan terlupakan sepanjang hidup aku,” jawab Bu Aan. Itu bukan sekedar basa-basi, agar Anggi tidak merasa kecewa. Tapi benar-benar keluar dari lubuk hati Bu Aan. “Ah, jangan

