Wartel

1394 Kata

Sebelum pulang ke rumah kontrakan sehabis menjemput anak-anak di rumah Ibunya, Bu Aan mampir sebentar di sebuah wartel yang jaraknya tak begitu jauh. Warung telefon dengan cat warna biru itu cukup digandrungi akhir-akhir ini. Karena melayani semua sambungan: lokal dan interlokal. Atau bisa juga disebut sambungan langsung jarak dekat, sambungan langsung jarak jauh dan sambungan langsung internasional. Sedangkan telefon koin biasa hanya bisa digunakan untuk panggilan dalam kota saja. Sebelum pulang, Bu Aan sudah menanyakan nomor telefon kakak sulungnya itu kepada Bu Tatang. “Kok berhentikan angkotnya jauh banget sih, Mak?” tanya Prita yang mulai kelelahan, karena harus berjalan dulu sejauh belasan meter dari tempat biasa . Bu Aan sengaja tidak mencegat angkot tepat di depan rumah Bu T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN