Aroma khas ruangan rumah sakit menghinggapi indera penciuman Aisha, membuatnya terbangun meskipun kepalanya masih berdenyut nyeri. Perlahan dia membuka mata dan cahaya lampu yang cukup terang membuatnya refleks menutupi wajah dengan telapak tangannya. "Sayang..." Belaian lembut telapak tangan milik Rayhan di puncak kepala Aisha memberikan rasa nyaman dan membuatnya kembali memejamkan mata. "Sayang..." ulang Rayhan. "Hmmm..." "Mana yang sakit?" tanya Rayhan dengan lembut. "Kepala. Pusing, yank." "Tidur lagi ya... Aku di sini." bisik Rayhan sembari mengecup punggung tangan Aisha. Aisha jatuh pingsan setelah membesuk Nala tadi. Rayhan menggendongnya dan segera berlari menuju ruang IGD. Untunglah posisi mereka masih berada di lingkungan rumah sakit, sehingga dia bisa mendapatkan penan

