Memasuki usia kehamilan bulan ke sembilan, Rayhan semakin protektif pada istrinya. Semua kegiatan Aisha dibatasi, meskipun hanya sekedar datang ke toko kue miliknya. Semua harus dalam pengawasan Rayhan. Jika Aisha ingin mengunjungi tokonya, Rayhan akan mengantar dan menunggui istrinya. Hal itu bisa dimengerti, karena perut Aisha lebih besar daripada perut ibu hamil pada umumnya. Jadi untuk berjalan saja Aisha gampang terengah-engah kehabisan nafas. "Sayang, kamu udah siapin nama buat mereka?" Aisha bersandar di d**a Rayhan sembari mengelus perutnya yang besar. Rayhan mengangguk mantap. "Oh ya? Siapa?" tanya Aisha antusias. Belum sempat Rayhan menjawab, lengannya tiba-tiba diremas dengan sangat kuat oleh Aisha. "Aduuuhhh... Sakit, sayang..." tegur Rayhan sambil mengelus lengannya yan

