Kedua pasang mata mereka saling bertatapan. Bahkan tanpa kedip. Verina masih membeku, terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya. Secepat ini? Secepat ini Yusuf bersedia menerimanya? Sungguh di luar ekspektasi Verina, yang semula mengira Yusuf akan berubah secara perlahan. Namun saat ini? Lelaki itu justru mengajaknya menikah? Yah, meskipun pernikahan mereka memang sudah direncanakan sejak awal mreka bertunangan. Tapi… Ini berbeda. Pernikahan yang direncanakan karena dijodohkan oleh orang tua, tentu berbeda dengan ketika lelaki itu sendiri yang meminta kita untuk menikah, bukan? Sementara itu, Yusuf masih tetap tanpa berkedip menyelami indahnya bola mata Verina. Mencoba meyakinkan Verina akan ketulusannya, mencoba berbicara melalui tatapannya. Beberapa saat berlalu, Verin

