Jangan lupa love dan komentarnya Selamat membaca *** Langit tampak cerah dan bersih, pagi itu terasa lebih bersemangat dari biasanya. Yura beralajan kaki pergi ke rumah Raymen berniat untuk mengajaknya pergi. Siang nanti dia akan pergi kencan dengan Armin, Yura butuh Raymen untuk memilihkan pakaian yang cocok untuk dia kenakan. “Selamat pagi nona” sapa Jose dengan senyuman lebar tengah duduk menikmati secangkir kopi di pos tempatnya beristirahat. “Selamat pagi” Yura kembali berjalan memasuki rumah itu tanpa menekan bel maupun mengetuk pintu, rumah itu seperti rumahnya sendiri bagi Yura. “Paman, dimana Ray?” “Hay, Yu” Andrian mendekat dan memeluknya sekilas memberikan kecupan di kening Yura, “Ray masih ada di kamarnya. Pergilah” pelukan Andrian mengurai, pria itu tampak gagah den

