Angin berhembus dengan kasar menerpa pipi Yura, gadis itu berdiri memakai jaket di depan pagar tinggi. Beberapa kali Yura menarik nafasnya dengan berat dan melihat kearah jendela kamar Raymen yang tidak menunjukan pergerakan apapun. Meski hatinya sakit dan marah atas perlakuan Raymen, namun perasaan khawatir lebih kuat Yura rasakan dari apapun. Tangan Yura bergerak kecil di udara, kakinya bergerak kecil begitu mendengar patahan ranting pohon. Sebuah dahan menjalar bergerak di hadapannya, Yura melangkah kecil dan berpegangan pad ranting kecil saat tubuhnya di bawa berdiri. Yura melompati pagar tinggi itu dengan pendaratan yang buruk. Yura berlari kecil menaiki tangga darurat dan melompati beberapa pijakan dengan perasaan was-was hingga pada akhirnya dia sampai menuju balkon. Tangan Yur

