BAB 11 [PART 2]

1141 Kata

Adinda Viola Alderra—nama seorang perempuan yang berada di depannya. Arthur masih tidak percaya jika telah menemukan orang yang bisa melihat dirinya sebagai roh. Arthur menatap kedua bola mata indah itu, meskipun tertutupi wajah dekil dan berminyak. Dibandingkan dengan perempuan di sekolahnya, Viola sama sekali bukan tandingan mereka. Namun, tidak ada rasa bosan ketika menatap Viola. Ah, Arthur melihat name tag di seragam kerja Viola. Nama yang indah dan pas, pikir Arthur. Viola melepaskan tangan Arthur dari mulutnya. Perempuan itu tidak sadar jika dirinya diperhatikan orang-orang di sekitarnya. Padahal menurut Viola, Arthur yang salah karena menabrak dirinya. Untung Viola tidak apa-apa. Mungkin terlalu biasa untuk dirinya, diabaikan oleh orang-orang, bahkan ada yang merendahkan dirinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN