BAB 10 [PART 3]

1165 Kata

Lorong waktu yang panjang memberi sebuah gambaran nyata tentang pahit getirnya masa lalu Raja dan Ratna. Ini adalah perjalanan paling sedih. Entah apa yang Arthur rasakan saat ini, tapi dadanya terasa sesak—bahkan sangat sulit bernapas. Arthur menatap Seina yang tampak panik setelah salah satu alat berbunyi nyaring. Bersamaan itu, Arthur merasakan dirinya melayang ke angkasa jauh karena matanya tak bisa dibuka kembali. Perasaan ini perlahan membuat Arthur ketakutan sendiri. Beberapa dokter dan suster masuk ke ruangan perawatannya. Pintu ditutup rapat dan Seina dilarang untuk masuk ke dalam. Beberapa alat dipasang dan beberapa tindakan dilakukan. Tetapi alat itu tidak berhenti bersuara, terus menegaskan bahwa orang di ranjang ini sudah mati. Dewa Kesempatan tak tinggal diam, laki-laki ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN