“Iya, Mah.” Brian pun nampak mengangguk kecil, sambil menjauh dari tubuh Mentari. “Mari, Nyonya!” ucap Brian sambil menerbitkan senyuman tipis. Mentari nampak termanggu beberapa saat, lalu segera tersadar dari lamunannya. “Mbak Natasya!” panggilnya menghentikan langkah Natasya. Sontak, Natasya pun menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Brian. “Ya,” sahutnya sambil menoleh ke arah Mentari. “Mbak Natasya, sudah lupa kah dengan saya?! Saya Mentari, tetangga Mbaknya waktu di Surabaya dulu,” ujar Mentari dengan wajah berbinar. “Mbak Mentari?!” Natasya nampak mengingat-ingat nama Mentari. “Oh, ia, saya sudah ingat. Ya Allah, Mbak Mentari, apa kabar?” kejutnya nampak senang, sambil cipika-cipiki saling merangkul. “Alhamdulilah, Mbak Natasya, saya baik dan sehat. Kalau Mbak Natasya, gima

