Jengah menghadapi asistennya sendiri yang berani-beraninya menggoda Nadira di hadapannya, Dava pun memilih meninggalkan ruangan mereka. Ingin rasanya ia menyumpal mulut buaya seperti asistennya tersebut, namun tidak memiliki alasan yang logis. Posisinya yang serba salah di hadapan mereka, memilih mundur untuk sementara waktu. Sementara asisten Rifky yang tidak tahu perasaan bos sekaligus sahabatnya itu, hanya asik menggoda Nadira dengan rayuan gombalnya. “Emm, saya harus memulai pekerjaan saya dari mana ya, Pak?” tanya Nadira setelah cukup lama berbincang dengan asisten Rifky di luar pekerjaannya sebagai sekretaris. Meskipun ia sudah bisa menghela napas lega, paska ke luarnya Dava dari ruangannya dengan asisten Rifky. Namun, rasa takut dan cemas masih menyelimuti hatinya. Dari sek

