Chapter 24. Perintah Dava Arya Bima.

1545 Kata

Selepas istirahat makan siang di kantin, Nadira dan asisten Rifky bergegas menjalankan ibadah dzuhur di musholah perusahaan. Masing-masing dari mereka menempati sesuai dengan batasannya antara laki-laki dan perempuan. “Mbak Nadira, masih ingat dengan wajah dan nama saya?” tanya seorang wanita muda, sekitar usia dua puluh tahunan yang duduk di samping Nadira selepas sholat bersama. Nadira pun tersenyum ramah, lalu mengangguk kecil. “Iya, Mbak Mawar. Kalau tidak salah, Mbak ini bagian Staf Accounting, bukan?” tebaknya. “Iya, benar sekali, Mbak Nadira.” Mawar pun lekas mengangguk cepat. “Jangan panggil saya, Mbak! Cukup panggil Mawar saja, Mbak." “Kenapa?” “Umur saya baru dua puluh tahunan, Mbak Nadira. Saya saja masih kuliah sambil kerja.” “Oh… begitu!” Nadira mangut-mangut. “Kuliah sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN