"Om, tante, Noval Dan Dea lebih baik pulang saja yah. Biar Rehan jagain mama di sini. lagipula mama sudah agak baikan dan sekarang sudah tidur, di sini juga ada om Roby dan dokter serta suster,"ucap Rehan. "tante Ana juga pulang yah."
Ana adalah istri dari Roby, dia datang bersama anaknya yang sebaya dengan Rehan, Fahri.
"fahri sama tante pulang aj yah."
"oke Rehan," jawab Fahri. Fahri saat ini melirik Noval terus membuat Rehan tidak suka.
"Tapi bang, dea masih ingin di sini liat mama," ucap dea manja.
"Nak Rehan benar Nak Dea, nanti Nak Dea di rumah tante aja bareng Noval tidur," ucap mama.
"iya, Rehan benar Dea,"ucap om Roby menambahi. "om juga di sini."
"tapi..."
"tenang Dea. muka kamu udah sembab gini. perlu banyak istirahat. nanti kita begadang nonton drakor di kamar. kalo kangen mama kan bisa video call an," ucap Noval. semua tertawa.
gak cuma cantik, tapi juga pinter dan imut. hanya saja belum berhijab. Rehan berharap suatu saat Noval berjilbab begitu juga dengan dea.
"Aldo antarkan mereka yah. nanti biar supir yang bawa mobil om. khawatir om sudah terlalu lelah nanti di perjalanan," ucap rehan bijaksana.
"makasih Nak rehan atas pengertian Nak Rehan. tapi apa Nak Aldo gak lelah?" tanya om.
"gak papa om. saya sudah biasa. saat ini juga kondisi saya masih fit," ucap Aldo membuat dea bahagia.
Aldo melirik dea sekilas. sebenarnya dari awal Aldo tertarik pada Dea namun dia tidak berani mengungkapkan. apalagi Dea adalah adik dari bos sekaligus sahabatnya. dia merasa lancang, kurang ajar, dan gak pantas mencintai Dea. padahal Rehan memang berniat menjodohkan dea dengan aldo. karena cuma Aldo yang bisa buat Rehan percaya menjaga Dea.
"Noval juga segera istirahat yah dek, kamu juga baru pulih benar. jangan sempat sakit lagi. jangan dulu begadang nonton drakor mengikuti kemauan si manja ini," rehan mengacak rambut Dea. semua tertawa.Wajah Noval memerah malu. Fahri menatap rehan dan Noval yang tidak biasa. dia mengerti.
"I...iya kak," jawab Noval menunduk.
Papa dan mama ikut tersenyum merasa bahagia karena Rehan begitu memperhatikan putri mereka satu satunya. mereka berharap rehan menjadi menantu mereka.
"oke kapten, laksanakan," ucap dea menghormat. semua tertawa.
"kalo gitu kami permisi yah Nak Rehan," ucap papa.
"tante juga pulang yah, ayo Fahri," ucap tante Ana
"Iya om, tante, tante Ana" ucap rehan. untuk kesekian kalinya rehan menatap Noval yang malu. sangat menggemaskan bagi Rehan.
Rehan menatap punggung gadis itu dengan rambut lurus sebahu, ingin rasanya Rehan memeluknya. Rehan segera beristighfar karena memikirkan yang tidak tidak. aku harus segera melamarnya setelah mama sembuh. aku harus memilikinya dan membuatnya bahagia. batin rehan. dia segera berwudhu dan membaca lantunan ayat suci Al Qur'an di sebelah mamanya.
***
Di luar, Burhan, Lastri, Noval dan Dea duduk nyaman di mobil Rehan. Aldo sebagai supirnya. dea merasa bahagia dan berdebar. sementara mobil papa dibawa supir. mereka beriringan. Aldo menyetel ayat2 Al Qur'an di mobil mereka.
sedangkan tante Ana dan Fahri sudah lebih dulu pergi mereka lewat arah yang berbeda.
BRUK... PRAK... sebuah kecelakaan mobil dan truk berada di depan mereka. mereka beristighfar. Noval dan Dea berteriak histeris. di tengah kepanikan orang2. Noval melihat sesosok makhluk memakai jubah hitam di depan sana.
"Draka..." ucap Noval pelan.
"mana Val, gak ada tuh?" Dea tak dapat melihat Draka.
"siapa yang kalian maksud?"tanya mama.
Draka tersenyum melihat Noval, dia segera mendekati mobil mereka dan entah kekuatan dari mana tiba2 Draka terpental jauh, merasa murka dan marah. Noval terkejut.
"Apa yang kalian maksud setan itu?" tunjuk Aldo.
"maksud Nak Aldo?"tanya burhan.
Noval heran hanya dia dan Aldo yang bisa melihat Draka, sementara Dea, mama dan papanya tidak. padahal beberapa hari yang lalu dea bisa melihat Draka.
"pasang sabuk pengaman om, tante, Noval, dan Dea. Rehan akan berbalik arah. Kecelakaan ini sabotasenya. tujuannya ingin menyerang kita bukan mereka," ucap Aldo. "saya harap om, tante, Noval, dan Dea sama2 berdo'a dan membaca ayat2 suci Al Qur'an yang diketahui. Siap2."
burhan, retno, Noval, dan dea merasa gemetar. namun mereka tetap mematuhi perintaj Aldo membaca ayat2 Al Qur'an serta berdo'a dalam hati memohon pertolongan Allah. Mobil berputar begitu juga dengan mobil papa. Draka yang melihat mobil mereka menjauh merasa murka dan ingin mengejarnya. Namun dia sedang berusaha mengumpulkan energi. aku butuh darah. batinya. Dia mendekati orang yang terluka parah pada kecelakaan itu dan menghisao darahnya. Namun tak seorang pun yang dapat melihat. orang itu pun tewas. Draka tampak mengerikan saat ini. dia berusaha mengejar mereka.b