Bab 2. Meminta Penjelasan

1183 Kata
Sesil tak mau bertanya-tanya seorang diri hingga akhirnya gila karena merasa penasaran pada arti inisial itu sendiri. Akhirnya ia memtuskan untuk menanyakan langsung pada Zayn yang mungkin saat ini sedang mengistirahatkan diri karena perjalanan panjang yang bari dilakukannya. Tapi katakanlah Sesil egois karena mengganggu ketenangan pria itu, ia hanya ingin meminta sedikit penjelasan. Lagipula, tak masalah kan sekalian ia melepas rindu walau hanya mampu memandang wajah datar dan dingin pria itu saja.               Sementara Zayn yang baru saja keluar dari kamar mandi mengerutkan dahi saat pintu kamarnya diketuk dengan tidak sabaran, ia sudah bisa menduga siapa pelaku utamanya karena penghuni rumah lainnya tak akan melakukan hal tak sopan seperti itu.               “Ada apa?” tanyanya langsung saat membuka pintu dan menemukan Sesil berdiri di sana dengan wajah penuh tekadnya.               Tanpa permisi gadis itu masuk ke dalam kamar dan menunjukkan kalung yang tadi diberikan oleh Zayn. “Ap maksudnya ini, Kak?” tembaknya langsung seraya menunjuk ukiran huruf Z dan S yang terpatri indah di sana.               Zayn terdiam sejenak sebelum mendengkus dan mengambil kalung itu dari tangan Sesil. “Ini kubuat untuk Sania, bukan untukmu,” ucapnya seraya mengantongi kalung tersebut dan berjakan menuju kopernya yang masih tergeletak di samping ranjang.               Hati Sesil berdenyut sakit, secercah harapan bahwa kalung itu memang untuknya kini musnah sudah. Sania adalah kekasih Zayn sejak Sekolah Menengah Atas, gadis keturunan Indonesia-Belanda itu dikabarkan telah menjadi model terkenal yang kini menjadi idola para kaum adam. Jelas Sesil merasa kalah jauh dari segi apapun.               Zayn kembali menhadap Sesil dengan sebuah paper bag baru, ia mengeluarkan isinya yang ternyata sebuah jam tangan dengan merk terkenal. Sungguh, Sesil tak menyukai itu, ia lebih menginginkan kalung berbandul matahari itu. Sungguh ia merasa tak tahu diri sekali.               “Aku tertukar memberikannya padamu,” ucap Zayn tanpa merasa salah.               Sesil menghirup napas panjang, bukan Sesil namanya jika menyerah begitu saja. “Apa Kakak masih berhubungan dengan Sania? Kakak jelas tahu skandalnya akhir-akhir ini yang menghebohkan social media.”               Zayn mengangkat alis dan menatap Sesil tajam. “Itu bukan urusanmu,” sahutnya yang otomatis membuat luka di hati Sesil semakin berdarah-darah.               “Aku Cuma nggak mau Kakak menyesal,” ujar Sesil tak mau kalah.               “Jangan mengurusi urusanku, ingat posisimu, Adik kecil.” Zayn memutar tubuh dan berjalan menuju pintu kamar. “Keluar!” titahnya datar.               “Kak—“               “Keluar, Sesil Ambarita Barack!”               Gadis itu tak punya pilihan lain, ia melangkah dengan tergesa sebelum linangan airmatanya mengalir deras di hadapan pria itu.               Sesil mengusap bulir air mata yang tak dapat lagi dibendung setelah ia memasuki kamarnya. Zayn benar-benar keterlaluan, ia menutup mata atas kesalahan yang sania perbuat.               Sebulan yang lalu social media dihebohkan dengan video sepuluh detik seorang wanita yang diduga adalah Sania Elisabeth, video tak senonohmya itu kini sudah di take down, tapi beritanya masih santer diperbincangkan. Kini Sesil curiga bahwa kepulangan Zayn adalah untuk menghibur wanita itu, karena sejak dulu pria itu selalu menolak pulang walau sudah menyelesaikan study-nya.               Zayn Reinhard adalah seorang pengusaha muda yang merintis karirnya di bidang property, usahanya berkembang pesat karena kegigihan pria itu yang selalu menyisipkan kultur budaya Indonesia di setiap bangunan miliknya. Alhasil, ia terkenal di berbagai negara karena banyak orang yang kagum pada kecintaan pria itu akan budaya asalnya.               Kini Sesil mendengar dari Daddy-nya kalau Zayn ingin membangun sebuah rumah sakit di sebuah desa yang agak jauh dari kota. Pria itu bahkan sudah menemukan lahan yang cocok sehingga perencanaan pembangunan sudah bisa mulai dirancang.               ‘Kenapa harus rumah sakit? Seharusnya Zayn membangun sebuah agency model untuk menaungi kekasihnya itu.’ Begitulah tanggapan Sesil saat mendengar kabar itu dari sang Daddy.               Ponsel Sesil berdering tanda sebuah panggilan masuk, hal itu tentu membuyarkan lamunannnya tentang Zayn yang selalu saja memenuhi pikirannya.               “Hallo, Nora, … Iya bentar lagi aku ke sana.” Ternyata telepon dari sahabatnya sejak Sekolah Menengah Atas yang bernama Naura.               “Cepetan, Kak Shaka udah nungguin nih,” ucap gadis di seberang sana melalui saluran udara.               “Iya, ini juga mau otewe kok, lagian juga aku cuma jadi obat nyamuk kalian aja nanti,” sahut Sesil sewot.               “Ya kalau gitu ajak Kak Zayn lah biar kita double date,” jawab Naura seraya tertawa cekikikan di ujung sana.               Sesil mendesah pendek. “Kasihan. Kak Zayn baru sampai dan harus istirahat,” ujar Sesil lagi.               “Yaudahlah kalau gitu kita bertiga aja, siapa tahu nanti di sana kamu ketemu gebetan baru biar bisa lupain es kutub itu.” Naura tergelak dengan nada mengejek yang ditujukan pada Sesil yang selalu mengeluh tentang sifat Zayn yang dingin seperti es di kutub utara.               “Ngeselin banget sih,” gerutu Sesil.               “Oke, Oke. Karena Kak Shaka udah ada di sini, jadi mendingan kamu tunggu aja di rumah, biar kami yang jemput ke sana. Gimana?” Tanya Naura yang sebenarnya takut kalau Sesil berubah pikiran untuk menemaninya ke Dufan bersama Shaka yang sebenarnya sangat irit bicara, tak jauh berbeda dengan Zayn.               Sesil merasa tak ada ruginya dan ia menyetujui usul temannya itu. Gadis itu bergegas turun untuk berpamitan dengan Mommy dan Daddy-nya karena jarak antara rumah Sesil dan Naura hanya lima menit saja.               “Mom, aku berangkat sekarang.” Sesil menyalami tangan wanita paruh baya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.               “Hati-hati. Pergi sama siapa?” tanya sang Mommy.               “Naura dan Kak Shaka, Mom.”               “Oke. Jangan pulang malam,” pesan sang Mommy.               “Jadi pulang pagi, Mom?” goda gadis itu dengan alis naik turun.               “Silahkan kalau mau digantung Daddy-mu.”               Sesil tertawa cekikikan seraya melambai pada wanita yang telah membesarkannya dengan penuh kasih saying itu.               Sesampainya di depan, sebuah mobil Lamborghini terbaru yang memiliki kapasitas empat penumpang mulai memasuki halaman dan berhenti tepat di depan Sesil.               “Pamit dulu ke Mommy?” tanya Naura saat membuka kaca mobil.               “Nggak usah, udah aku pamit kok,” sahut Sesil seraya masuk ke kursi penumpang.               “Eh, Sil. Itu bukannya Kak Zayn? Mau ke mana dia?” tanya Naura seraya melirik kaca spion sebelah kiri.               Sesil menoleh ke belakang dan benar saja, Zayn sedang memasuki Ferarri hitam yang terparkir di garasi. Tak lama mobil itu melesat pergi meninggalkan Sesil yang menatap kepergian Zayn dengan raut penasaran.               “Katanya mau istirahat?” Alis Naura terangkat seraya menoleh ke arah Sesil.               “Mau jalan sekarang atau kalian mau gossip terlebih dahulu?” Suara berat pria yang mengemudi di samping Naura membuat gadis itu gelagapan.               “Jalan sekarang, kak,” sahutnya Kikuk.               Shaka Abimanyu, kakak sepupu Naura yang sejak kecil selalu menjaga Naura ke manapun gadis itu pergi, tapi karena satu kesalahpahaman semua itu kini hanya tinggal kenangan. Shaka berbalik tidak menyukai Naura.               Mobil berjalan pelan meninggalkan rumah besar milik keluarga Barack yang tersohor karena memiliki rumah sakit di berbagai pelosok dengan fasilitas yang sangat memadai itu.               Sesil sendiri tak memilih menjadi dokter karena suatu alasan yang sampai saat ini membuat Daddy-nya keki sebab menurutnya hal itu sungguh tidak masuk akal. Sekeras apapun Gama membujuk, gadis kesayangannya itu tetap saja menolak, sampai akhirnya pria yang berprofesi sebagai dokter itu pasrah dan membiarkan sang putri memilih kuliah di jurusan keperawatan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN