Makan malam hari itupun bisa dilalui dengan lancar. Angga harus beberapa kali meneguk minuman di hadapannya untuk menurunkan hasratnya. Dia tidak ingin membuat Asha takut padanya. Sungguh dia sangat mencintai Asha dan ingin selalu melindunginya dan juga Keenan. Dia sudah jatuh hati padanya ketika pertama kali melihatnya di dalam ruangan bayi. Keenan sudah tenang sekarang dan sedang asyik bermain dengan Angga, sementara Asha menikmati makan malamnya. "Maaf ya, Ngga. Makannya jadi terganggu," ucap Asha di sela makannya. "Gak, kok. Tenang aja. Aku udah makan tadi duluan, pas kamu .... " Tetiba Angga menjadi gugup untuk meneruskan kata-katanya. "Menyusui Keenan?" sambung Asha tertawa geli. "Eh berani ngetawain aku ya kamu, Sha." Angga pura-pura marah, yang membuat Asha terus tertawa.

