BAB 22

2184 Kata

     Tidak terasa waktu telah berlalu dengan sangat cepat. Matahari sudah berada persis di atas yang pertanda bahwa pagi sudah beragnti menjadi siang. Seperti yang dikatakan Arisa tadi, kami akan makan siang dengan menu yang benar-benar banyak. Sebenarnya tidak banyak-banyak banget sih. Cuman yah, porsinya aja yang lumayan besar aja. Oke lupakan cerocosku. Aku bisa bawel seperti ini mungkin karena perutku sudah keroncongan.      Aku masih berada diposisiku saat pertama kali datang di kost ini. Yah, aku masih duduk di ayunan berbentuk oval sambil membaca koleksi komik dari Arisa yang lumayan banyak. “Nai, lo udah lapar belum? Gue udah lapar banget nih,” ucap Arisa yang tengah melakukan salah satu aktivitas rumah tangga yaitu melipat baju. “Gue sebenarnya udah lapar banget sih, cuman ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN