ῳ_ ῳ AUGURY GIRL ῳ_ ῳ Ku rasakankan mataku berkunang-kunang. Karena perban kepalaku yang sudah tidak terpasang dengan baik, akibatnya cairan merah kental tidak bisa terbendung lalu mulai mengalir turun dari pelipisku, membuatku seketika merasa pusing. “Kak—astaga, kepala Kakak berdarah!” ujar Robin panik. “Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku. Cepat bantu Malvin!” “Tapi, bagaimana dengan Kakak?” “Aku bilang tidak usah khawatir! Cepat bantu dia!” “Ba-baik, Kak!” Robin pun berlari mendekati Malvin kemudian langsung menghajar beberapa mayat-mayat hidup itu. Aku mencoba bangkit, tetapi ku rasakan kakiku sangat lemas. “Hei, Manusia! Apa kau sekarang sudah merasa kesakitan?” Aku menengadah, lalu ku

