2.18

1554 Kata

Tin...tiiinn Lova langsung menyambar tas kecilnya yang sudah terisi dengan dompet dan ponsel miliknya. Dia berlari, menutup pintu kamar dengan buru-buru kemudian membuka pintu rumahnya dan menutupnya kembali. Lengkap dengan kunci. Ia tersenyum, melambai pada Gali yang baru turun dari mobil dan menghampirinya. "Maaf ya, ngajaknya mendadak. Kamu pasti buru-buru," sesal Gali. Tangan pria itu terangkat, membenahi rambut Lova yang sedikit berantakan. "Engga kok, kebetulan aku juga udah sampai rumah jadi pas kamu ngajak keluar aku langsung siap-siap," balas Lova. Matanya melongok ke arah mobil dimana di dalamnya ada dua anak muda lelaki yang menyembulkan kepala dari jendela. Anzelo bahkan bertingkah seperti anak kecil dengan menyapa Lova menggunakan suara keras. "Ayo masuk. Kita berangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN