Rumah megah itu tampak sangat menyeramkan ketika dua orang yang sedari tadi sudah ditunggu oleh tuan rumah, berhasil menginjakan kaki di lantai rumah mewah itu. Galilleo menjadi pengamat saat kakak tertuanya berderap cepat dan berlutut di depan anak semata wayangnya. "Zelo Sayang, kamu engga apa-apa? Apa ada yang luka? Kenapa kamu bisa ada dalam situasi bahaya itu?" Nyaris saja Galilleo mendengus tertawa melihat akting kakaknya itu. Karena tidak tahan melihat kakaknya berdrama menjijikan seperti itu, dia akhirnya memutuskan untuk memandangi apa saja selain dua manusia tidak tahu malu yang bahkan masih bisa berlagak setelah menelantarkan anak mereka satu-satunya. "Pertanyaan yang kamu tanyakan itu sudah terlalu terlambat, Gea. Harusnya kamu bertanya seperti itu saat anak kamu masih ada

